Minggu, 14 Juni 2009

PARABOT! (our local Urban Toys) Part 1


Beberapa tahun belakangan ini, fenomena Urban Culture di Indonesia sudah mulai menggeliat dan berkembang dengan dinamis, contoh yang termasuk ke dalam urban culture salah satunya adalah Urban toys, figure, atau apapun sebutannya. Atau dalam bahasa Indonesia berarti mainan yaaang membentuk sebuah karakteer tertentu. Sekilas mungkin kita akan menganggap budaya urban yang satu ini merupakan sebuah hal yang kekanak-kanakan, mungkin. Padahal bila kita cermati lebih jauh, di belahan dunia lain, para peminat dan penikmat atau bahkan penggiat Urban toys ini adalah kebanyakan orang dewasa.

Salah satunya adalah kelompok penggiat Urban toys yang menamakan diri mereka

“ Sindikat Parabot! “ .Kelompok yang terdiri dari empat orang dan ini merupakan satu dari banyak komunitas penggiat Urban Toys, Dan berdomisili di kota Bandung, saat ini mereka sedang membuat sebuah project figure. Dan mungkin dalam waktu dekat ini proyek tersebut akan rampung.

Ketika disinggung mengenai konsep Figure yang akan mereka buat, dengan antusias mereka mengungkapkan bahwa, mereka menginginkan sebuah figure toys yang memiliki unsur local atau bahkan tradisional yang dominan dimulai dari bahan sampai karakter dan desain dari figure ini sendiri, saat ini mereka sedang intensif membuat figure yang terbuat dari bahan dempul duco untuk material metal solid, namun untuk perkembangannya ke depan tidak menutup kemungkinan untuk membuat karakter figure dari material lain, seperti resin, Teflon atau dari bahan vinyl, namun untuk material yang disebut terakhir mereka mengaku masih ingin mengeksplor terlebih dahulu dalam pembuatan master figure, mengingat bahan vinyl masih terhitung mahal secara nilai komersial.

Menyinggung penggunaan nama Parabot!, mereka menegaskan bahwa, pemilihan nama tersebut bukan tanpa maksud, namun memiliki arti filosofis yang universal, bisa diterima secara local, nasional bahkan internasional. Dengan kata lain secara local, kata tersebut dalam bahasa sunda berarti, perangkat atau alat, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan dengan Parahyangan robot, dan secara Internasional bisa berarti Paralyzed Robot atau robot yang tidak bisa bergerak. Good point guys.


5 komentar: